Persiapan Melahirkan Normal

Persiapan Melahirkan Normal

Menghimpun dariHealthlinemetode tiup-tiup tersebut di dunia medis dikenal dengan teknik bernapas Lamaze. Begitu juga dengan rasa nyeri punggung yang disertai kontraksi intens. Jadi orang yang pertama tahu data & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Dengan ukurannya yang lebih kecil, maka robekan yang dapat terjadi akan lebih kecil derajatnya sehingga tidak membutuhkan proses penjahitan dalam penyembuhannya. Percayalah, membekali diri dengan gambaran apa yang harus dilakukan saat persalinan akan meningkatkan rasa percaya diri.

Tips agar bisa lahiran normal

Pendidik persalinan, Robin Elise Weiss menyarankan untuk mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman yang memiliki pemikiran yang sama soal melahirkan regular. Tetap aktif selama kehamilan dapat membantu mengatasi kantuk, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan stamina, dan suasana hati. Air adalah satu-satunya perantara yang dapat menenangkan nyeri persalinan.

Duduk di atas bola dalam yoga posisi tegak juga dapat mendorong terbukanya otot-otot panggul dan memberikan ruang bagi bayi untuk turun ke panggul untuk persiapan persalinan. Aktif bergerak bisa membuat janin terdorong masuk ke jalan lahir dengan posisi tepat. Pilihlah aktivitas yang membuat Anda bisa aktif bergerak namun tetap aman. Setelah mengetahui sisi keunggulan dan kelemahan dari melahirkan dengan regular, maka Anda pun merasa bahwa Anda melahirkan normal lebih sesuai dengan Anda. Berikut adalah beberapa tipsnya seperti yang dirangkum oleh Liputan6.com (25/7) dari berbagai sumber.

Perbanyak konsumsi makanan bergizi, seperti buah, sayur, susu, dan lainnya. Berjalan kaki santai dipercaya efektif merangsang posisi bayi untuk segera masuk ke jalan lahir. Saat melakukannya, pastikan melakukannya dengan santai dan minta orang terdekat untuk menemani Ibu. Sebaiknya jangan jalan terlalu jauh, siapa tahu tiba-tiba Ibu mengalami kontraksi yang dinanti-nanti itu.

Jadi, penting untuk memilih dokter yang akan mengatur kehamilan dengan tepat. Kontraksi dapat berlangsung dari 45 hingga 60 detik dengan jeda 3-4 menit. Ini akan meningkat sekitar 1,5 menit, kadang kurang dari 1 menit.

air ketuban menjadi salah satu tanda siap melahirkan yang umum diketahui banyak orang. Normalnya, air ketuban akan pecah setelah Bunda mengalami kontraksi. Namun, ketika air ketuban sudah pecah tapi Bunda tak kunjung mengalami kontraksi, sebaiknya harus waspada. Janin yang ada dalam kandungan dapat terserang infeksi akibat cairan yang melindunginya dari kuman dan bakteri telah habis. Jika hal ini terjadi, pihak dokter atau bidan yang menangani mungkin akan melakukan proses induksi untuk menjaga keselamatan janin. Melansir Verywell Family, manfaat berdiri dan jalan kaki ringan menjelang persalinan juga membantu meningkatkan tekanan pada serviks dan mendorong bayi untuk turun ke panggul.

Comments are closed.