Lama Tak Menyusui, Ini Suggestions Agar Produksi Asi Kembali Lancar

Lama Tak Menyusui, Ini Suggestions Agar Produksi Asi Kembali Lancar

Mulai dari jamu cair yang bisa langsung diminum, diolah menjadi pil, maupun bubuk yang harus diseduh terlebih dahulu. Jamu tergolong ke dalam obat tradisional yang diolah dari tumbuh-tumbuhan sehingga menghasilkan sebuah ramuan. Itulah mengapa memijat payudara dengan cara yang benar juga membantu pikiran jadi lebih tenang dan Anda bisa beristirahat dengan baik, melansir dari American Pregnancy. Hindari losion atau minyak pijat yang mengandung pewangi atau pewarna tambahan. Produksi susu lebih tergantung pada jumlah jaringan kelenjar susu, di mana kelenjar susu merupakan tempat untuk memproduksi serta menyimpan ASI.

Proses menyusui yang melibatkan 5 indera bayi yang terdiri dari indera penciuman, pendengaran, kulit, pengecapan dan bahkan indera penglihatan. Bayi baru lahir mempunyai penciuman yang sangat baik, sehingga dimanfaatkan untuk melakukan iniasi menyusu dini. Indera pendengaran yang sudah sempurna jauh sebelum kelahiran terjadi, memberi kesempatan bayi untuk mendengar nafas, suara dan degup jantung ibu selama proses menyusui.

Bila perlu, Mama juga bisa tidur siang selama 1-2 jam untuk menjaga agar stamina tetap prima. Mengonsumsi makanan penambah ASI juga bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Bisa meminum tambahan suplemen untuk penambah ASI seperti yang tersedia dalam bentuk teh, susu atau pil juga dapat menjadi solusi ASI lancar bagi busui.

Sayuran hijau seperti bayam, kacang buncis, dan asparagus kaya akan Mineral yang baik untuk produksi ASI. Selain itu, sayuran kaya betakaroten seperti wortel dan buah bit juga baik dikonsumsi ibu menyusui. Jangan lupakan pula kacang-kacangan, gandum, dan juga bawang putih yang sangat baik untuk meningkatkan produksi ASI.

Tips agar asi melimpah saat menyusui

Gejala umum akibat hiperlaktasi adalah nyeri di payudara, pembengkakan yang parah, dan ibu merasakan sakit saat menyusui. Rasa sakit itu bisa disebabkan karena Bayi menekan puting ibu, atau faktor lainnya. Sering kali orang yang memberikan saran tidak pernah menjalani pelatihan tentang laktasi dan juga tidak pernah menyusui.

Comments are closed.