Mewaspadai Munculnya Klaster Keluarga Di Indonesia

Mewaspadai Munculnya Klaster Keluarga Di Indonesia

Penggunaan masker merupakan hal yang tak bisa ditawar untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sayangnya, masih banyak orang yang melepaskan maskernya saat berkumpul bersama keluarga dan bercengkrama dengan kerabat. Padahal, bukan tak mungkin ada aerosol berterbangan di ruang kantor, droplet yang menempel di benda-benda yang dipegang atau tersentuh, maupun droplet yang menyebar saat berbicara dengan kerabat dalam ruangan. Menjelang masa Perayaan Natal dan Tahun Baru pada umumnya masyarakat Indonesia merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga besar.

Kebijakan itu adalah memberlakukan cuti bersama diperkuat dengan diskon besar-besaran untuk tiket, resort dan paket wisata. Untuk itu, Kepala Negara memerintahkan jajarannya untuk benar-benar berfokus pada upaya penanganan pandemi Covid-19. Dari penanganan pandemi yang baik, kegiatan perekonomian pun juga akan pulih mengikuti.

Banyak sekali klaster keluarga saat pandemi ini

Anggota keluarga yang bergejala Covid-19 harus segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan untuk pemeriksaan swab PCR dan melakukan isolasi hingga dinyatakan negatif. Bila tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri di rumah, dapat dirujuk ke fasilitas khusus yang disediakan pemerintah daerah. Anggota keluarga positif Covid-19 yang meninggal dimakamkan sesuai tata laksana protokol Covid-19. Lakukan perlindungan khusus terhadap anggota keluarga yang rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, bayi, balita, lanjut usia, dan penyandang disabilitas; dan berisiko, yaitu memiliki penyakit penyerta seperti jantung, asma, HIV/AIDS, dan lain-lain. Perawat anggota keluarga yang termasuk kelompok rentan dan berisiko harus menerapkan protokol kesehatan. Pastikan ventilasi dan sanitasi di dalam rumah dan lingkungan baik serta bersihkan benda-benda yang sering disentuh dengan cairan disinfektan secara berkala.

“Ini pertemuan keluarga, anak, mantu, cucu yang tidak merasa punya gejala COVID. Makan bareng, buka masker.” “Itu sangat tinggi sekali. Tidak sedikit pemuka agama yang terpapar Covid-19 lantas juga tidak sedikit yang meninggal dunia,” ucap Doni. Bahkan, tidak sedikit juga pemuka agama yang terpapar dan akhirnya meninggal dunia akibat Covid-19. Dalam poin kedua ini, perlindungan anggota keluarga yang rentan sangat penting dilakukan. Beberapa contoh anggota keluarga yang rentan antara lain ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, bayi, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Ia pun mengingatkan bahwa meski kita mengenal kerabat dan keluarga bukan artinya penularan berhenti.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim merinci klaster keluarga yang paling banyak yakni klaster semplak dengan total 14 kasus. Dedie menjelaskan klater Semplak awalnya tiga kasus bertambah 11 kasus. Ia tertular virus corona setelah mengunjungi rumah anaknya untuk bertemu dengan cucu-cucunya. Bahkan, katanya, walaupun sesama anggota keluarga, durasi dalam berinteraksi juga sebaiknya dibatasi termasuk tetap melakukan bodily distancing. Termasuk ketika menggunakan alat makan yang berbeda dan segera cuci alat makan setelah menggunakannya. Protokol kesehatan COVID-19 sebaiknya juga dilakukan di dalam rumah, apalagi kalau ada keluarga yang baru beraktivitas di ruang publik.

Berdasarkan information LaporCovid-19, ada 2.313 pasien kasus corona yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Data tersebut dihimpun dari sixteen provinsi dan 78 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Klaster keluarga yang mestinya tertangkal 3M berisiko menularkan 10 kali lebih tinggi dibanding klaster-klaster lain. Pemicunya lantaran di klaster ini lebih sulit untuk jaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun. Interaksi keluarga di rumah umumnya lebih dekat sehingga sulit memutus penularan dari klaster ini.

Berani mengingatkan, berani tegas dan tidak pandang bulu harus menjadi sikap bersama setiap individu dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru selama pandemi Covid-19. Ewuh yang berarti repot dan pakewuh memiliki arti tidak enak perasaan. Petugas survailans di sejumlah daerah juga mengakui kesulitan menelusuri jika yang melanggar ini komunitas keluarga yang jumlahnya tidak sebanding dengan tenaga survailans yang ada. Benteng pertahanan kita terhadap covid-19, menurut Lestari, ada di keluarga.

Vaksinasi Covid-19 ini diperuntukan bagi warga Kota Bandung yang berusia di atas usia 18 tahun. Menjaga kondisi sepeda yang baik tidak hanya akan menghemat biaya, namun juga bisa menjaga keselamatan. Karena itu, pihaknya akan mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan warga ke luar kota untuk melaporkan diri ke RT/RW setempat. Kecuali, bagi warga yang bepergian ke Jakarta secara rutin untuk bekerja.

Banyak pejabat, tokoh dan politikus yang menghadiri acara seremonial untuk menguatkan protokol kesehatan, seperti bagi-bagi masker dan handsanitizer, penyemprotan disinfektan, razia masker, razia kerumunan, pencanangan vaksinasi dan macam-macam lainnya. Eyang tidak paham soal penularan virus Korona yang sangat menular itu, dan tidak peduli dengan ancaman itu. “Walaupun sesama anggota keluarga, durasi dalam berinteraksi juga sebaiknya dibatasi. Termasuk tetap melakukan bodily Casino Online distancing. Menggunakan alat makan yang berbeda dan segera cuci alat makan setelah menggunakannya,” tutur Andriyanto. “Karena selalu yang kita kejar adalah tempat-tempat umum, tempat publik. Tapi kita lupa, kita harus hati-hati dengan klaster keluarga karena kita di rumah merasa aman justru di situ harus hati hati,” kata Jokowi.

Comments are closed.