Gawat ! Icu Di Rumah Sakit Rujukan Covid 19 Di Jakarta Penuh Semua

Gawat ! Icu Di Rumah Sakit Rujukan Covid 19 Di Jakarta Penuh Semua

Menurut Riza, yang penting saat ini bukan bagaimana Pemprov DKI menyediakan berbagai fasilitas untuk pasien Covid -19, tetapi mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan oleh warga. Ketersediaan tempat tidur atau mattress occupancy price di 21 rumah sakit rujukan Covid-19 sudah penuh. Sebelum diberitakan, ledakan kasus Covid-19 pasca-liburan Lebaran, yang dampaknya semakin terasa beberapa pekan belakangan, membuat fasilitas kesehatan di Jabodetabek tak berdaya menampung banyaknya pasien. Sonora.ID -Hampir satu bulan sudah terjadi lonjakan kasus baru Covid-19 di Indonesia yang menyebabkan munculnya kebijakan PPKM untuk menekan lonjakan dan penularan virus corona.

“Yang mengantre untuk bisa masuk IGD, ada di lorong-lorong Puskesmas, di rumah-rumah itu bisa sampai sekitar 1.400 orang, karena keterbatasan kapasitas rumah sakit,” ungkap Anies. Anies mengatakan jumlah pasien terus mengalami peningkatan, tetapi tak seimbang dengan kapasitas rawat inap yang dimiliki rumah sakit. Ia menambahkan, hal ini dilakukan untuk menghindari transmisi Covid-19 kepada pasien yang belum terpapar Covid-19, hingga tenaga kesehatan di rumah sakit. Terkait sampai kapan kebijakan ini diterapkan, Iwan tak bisa memastikannya karena ini terus berkembang. “Tentunya kami mengikuti perkembangan. Jadi, tidak selamanya tutup,” katanya.

Rumah sakit di Jakarta sudah penuh

Wakil Ketua III Satgas Penanganan Covid-19 Depok, Sri Utomo, mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk mendirikan rumah sakit darurat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan beberapa rumah sakit di Jakarta sudah penuh. Bahkan, kata Anies, mereka terpaksa memfungsikan lobi menjadi tempat rawat inap.

Dia menjelaskan kedua resort tersebut memiliki kapasitas tempat tidur yang berbeda. Untuk Hotel Ibis mampu menampung 212 pasien Covid-19 dari wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur. Sementara itu, untuk ketersediaan tempat tidur ICU tersisa 28 persen dari jumlah total 725 unit. Dengan begitu, sebanyak 72 persen tempat tidur ICU telah terisi oleh pasien Covid-19. Mantan Mendikbud itu memastikan bahwa saat ini kondisi di sejumlah selasar rumah sakit sudah kosong.

Rumah sakit dapat meningkatkan kapasitas ICU mereka untuk mengakomodasi lonjakan, seperti yang disebabkan oleh COVID-19. Tapi masalah lain ada pada ketersediaan sumber daya dan tenaga Kakek Merah yang kurang mencukupi dan mulai kelelahan. Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Dalam unggahan tersebut dilaporkan, ketersediaan tempat tidur isolasi Covid-19 di RS rujukan tersisa 22 persen dari jumlah whole 4.824 unit. Liputan6.com, Jakarta – Keterisian tempat tidur isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19 di sixty seven rumah sakit Jakarta telah diperbaharui. Hal tersebut berdasarkan information yang diunggah dalam akun instagram @dkijakarta, hingga 27 September 2020. Pemerintah juga terus meningkatkan jumlah tempat tidur di Wisma Atlet untuk menampung pasien corona. Ketua KPCPEN, Airlangga Hartarto, menyampaikan, penambahan kapasitas tempat tidur RS Darurat Wisma Atlet terus dilakukan mengingat jumlah pasien yang terus bertambah. Tetapi diantara 2000-an ini yang membutuhkan fasilitas RS tidak sampai 4%, kalau positif tidak ada keluhan bisa isolasi mandiri, positif gejala ringan bisa dirawat di wisma atlet,” terangnya.

“Kita masih siap untuk menangani pasien, hanya saja kita membutuhkan tenaga khusus yang terampil untuk ICU,” ucap Alsen Arlan, direktur pelayanan MKP RSUP Persahabatan, (1/9). Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa prognosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Sebelumnya lagi, seorang pasien di Depok dilaporkan meninggal di taksi on-line saat sedang mencari pertolongan di 10 rumah sakit. Kesulitan mendapat perawatan itu dirasakan betul oleh Berta, warga Tangerang, Banten.

“Kemarin bulan Juni-Juli kita menyaksikan rumah sakit kita kapasitasnya telah terlampaui. Banyak warga harusnya mendapatkan pelayanan di rumah sakit tak bisa masuk rumah sakit karena tempatnya terbatas itu,” jelasnya. Wabah Covid-19 memburuk di Thailand memberikan tekanan kuat pada rumah sakit, kondisi ini juga membuat para dokter harus merawat pasien di tempat parkir. Kalau tambahan tempat rawat yang disediakan penuh, Machli mengatakan, Dinas akan membangun tenda darurat di depan rumah sakit untuk mendukung penanganan pasien COVID-19. “Orang-orang mengantri di luar dan mereka tidak bisa masuk, rumah sakit bahkan menyediakan perawatan di tempat parkir.

VIVA– Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, melaporkan bahwa tempat tidur di tujuhrumah sakit rujukan COVID-19 Jakarta sudah terisi penuh. Jumlah itu mencakup tempat tidur yang di dalamnya terdapat kamar ICU dan isolasi. Nahas, belum sampai rumah sakit, pasien sudah menghembuskan nafas di perjalanan. Ia bisa merasa bahagia dan manakala pasien yang diantarkan mendapat kamar dan selamat. “Kalau warga yang sakit itu bisa sampai ke rumah sakit, saya merasa bangga bisa membantu apalagi bila kondisinya kritis,” ujar dia. Ketika itu terjadi, Sutoko pun harus mengantarkan pasien mencari rumah sakit yang masih mau menerima pasien.

Comments are closed.