10 Cara Memperbanyak Produksi Asi Secara Alami Selama Menyusui

10 Cara Memperbanyak Produksi Asi Secara Alami Selama Menyusui

Jika kualitas ASI Moms lancar, maka Si Kecil pastinya bisa tumbuh dengan optimal. Dalam gelas, larutkan tepung beras dengan air rebusan kacang hijau. Daging sapi rendah lemak sangat baik dikonsumsi busui untuk meningkatkan kualitas ASI dan mengembalikan energi setelah melahirkan. Agar tak bosan, busui bisa mengonsumsi susu rendah lemak dalam pilihan bentuk yoghurt atau keju. Itu sebabnya, banyak susu rendah lemak yang dijual dan direkomendasikan untuk dikonsumsi busui. Busui tak perlu bingung, pasalnya mengolah sumber protein yang satu ini sangat mudah.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia , fenugreek (Trigonella foenum-graecum) merupakan natural yang paling sering direkomendasikan sebagai galaktagog atau obat pelancar ASI. Pada penelitian terhadap 1.200 ibu, mengonsumsi fenugreek dapat meningkatkan jam produksi ASI setelah terapi dimulai. Inilah yang membuat FDA melarang penggunaan BPA plastik pada produk wadah untuk bayi dan ibu hamil.

Bahan alami ini meliputi kencur, kunyit, lempuyang, daun katuk, temu giring, hingga temulawak. Penelitian yang dimuat dalam Jurnal SIKLUS di tahun 2018, mengamati ibu menyusui yang rutin minum jamu dari aneka campuran bahan alami. Ramuan jamu pelancar ASI ini diolah dari racikan daun katuk, kunyit, lempuyangan, dan asam jawa yang ditumbuk dan kemudian airnya direbus. Biji wijen, karena banyak mengandung mineral kalsium sehingga baik untuk memperbanyak produksi ASI serta menunjang pertumbuhan tulang dan gigi bayi. ibu menyusui perlu banyak minum untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya.

Pemenuhan zat besi penting dalam masagolden period, yaitu sejak si Kecil dalam kandungan hingga ia berusia 2 tahun. Kekurangan zat besi bisa mengakibatkan si Kecil tampak pucat, lesu, kurang nafsu makan, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan rentan terkena penyakit infeksi. Jika tidak diatasi, si Kecil bisa mengalami gangguan tumbuh kembang.

Masukan daun katuk dan tomat, kemudian beri garam dan gula secukupnya. Ikan salmon mengandung banyak DHA yang sangat baik untuk perkembangan sistem saraf bayi. DHA dalam salmon juga dapat membantu suasana hati ibu menjadi menyenangkan dan mencegah depresi.

Berangkat dari sinilah susu kedelai dijadikan salah satu kandungan di dalam susu pelancar ASI. Hal ini diperkirakan karena kacang kedelai memiliki kandungan isoflavon di dalamnya. Penelitian yang dilakukan pada forty peserta ibu menyusui tersebut mendapatkan hasil bahwa pemberian susu kedelai ternyata bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Dapatkan ASI yang lancar dan berlimpah dengan mengonsumsi sejumlah makanan penambah ASI tersebut yang belum banyak diketahui para Ibu.

Resep makanan agar asi banyak

Pepaya dapat dimakan langsung ketika ranum, ataupun dibuat sup bila masih mengkal. Banyak masakan yang dapat menggunakan pepaya mentah sebagai bahannya, misalnya sayur asam dan sup ikan dengan pepaya. Sup ini sudah sering digunakan sejak dulu sebagai makanan yang memperbanyak ASI. Asparagus sangat tepat untuk menstimulasi hormon-hormon yang dibutuhkan untuk menyusui Si Kecil. Makanan yang sering dijadikan sup ini juga kaya akan serat, vitamin A dan K. Moms hanya perlu merebus susu favorit dengan potongan asparagus, saring, dan segera nikmati selagi hangat.

Berdasarkan penelitian, daun katuk dapat meningkatkan produksi hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan penting dalam proses menyusui. Menjaga kesehatan bayi dengan baik juga menjadi salah satu cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk. Ketika bayi sakit atau badannya kurang enak, maka sudah pasti jam tidur akan terganggu dan bayi bisa tidak nafsu makan sehingga lambat laun berat badannya akan menurun.

Kendati demikian, tak sedikit para ibu yang terkendala dalam produksi ASI-nya saat memasuki masa menyusui. Untuk menyiasatinya sejak dini, para ibu hamil dapat mengkonsumsi beberapa makanan yang memang dikenal baik untuk merangsang produksi ASI, nih. Misalnya saja dari kategori buah berikut, sesuaikan saja dengan selera. Menu di atas hanyalah sebagai contoh dan pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan untuk kelompok usia 1-3 tahun.

Comments are closed.